KMP Mutiara Sentosa 2 Terbakar di Perairan Madura, 5 Tewas dan Puluhan Penumpang Masih Dicari


Madura, 3 Agustus 2026
– Insiden kebakaran hebat menimpa KMP Mutiara Sentosa 2 saat berlayar dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, menuju Makassar, Sulawesi Selatan, pada Minggu (2/8/2026). Kebakaran terjadi di perairan utara Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, dan memicu operasi penyelamatan besar-besaran.

Kapal jenis Ro-Ro tersebut diketahui mengangkut 232 penumpang, 39 awak kapal, serta 181 unit kendaraan. Api diduga pertama kali muncul dari area dek kendaraan pada pagi hari sebelum dengan cepat membesar dan menyelimuti sebagian besar badan kapal. Dugaan awal menyebutkan kebakaran berasal dari salah satu kendaraan yang berada di dalam dek muatan, namun penyebab pastinya masih dalam penyelidikan pihak berwenang.

Kepanikan tidak dapat dihindari. Banyak penumpang mengenakan pelampung dan sebagian terpaksa melompat ke laut untuk menyelamatkan diri sambil menunggu bantuan datang. Sejumlah kapal yang berada di sekitar lokasi segera memberikan pertolongan sebelum tim SAR gabungan dan unsur TNI AL tiba untuk melakukan evakuasi.

Hingga proses evakuasi berlangsung, sedikitnya lima orang dinyatakan meninggal dunia, lebih dari 220 penumpang berhasil diselamatkan, sementara puluhan lainnya masih dalam pencarian. Proses pencarian terus dilakukan meski terkendala kondisi gelombang laut dan cuaca di lokasi kejadian.

Tim gabungan dari Basarnas, TNI AL, KSOP, dan instansi terkait masih terus melakukan penyisiran di sekitar lokasi kebakaran untuk memastikan seluruh korban berhasil ditemukan. Pemerintah juga mengimbau keluarga penumpang agar memperoleh informasi resmi melalui posko yang telah disediakan.

Peristiwa kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 kembali menjadi perhatian terhadap pentingnya peningkatan standar keselamatan pelayaran di Indonesia, termasuk pemeriksaan kendaraan sebelum naik kapal, sistem deteksi kebakaran, serta kesiapsiagaan awak kapal dalam menghadapi situasi darurat.

Penyelidikan mengenai penyebab kebakaran masih berlangsung. Otoritas berwenang berjanji akan mengungkap penyebab pasti insiden tersebut setelah proses investigasi selesai.
Mitra Mari Bantu