24 Jam Yang Berlalu








Manusia yang merugi adalah ketika ia diberi sebuah kelapangan waktu selama 24 jam, namun ia tak mampu memanfaatkannya.
Pergi begitu saja,tanpa ada sesuatu kebaikan yang diusahakannya.Banyak yang lalai dan terlalaikan dengan segala carut marut urusan dunia ini. Ada yg mengejar dunia dan ada yang minta dikejar dunia, akhirat menjadi pilihan yang terabaikan.
Andai saja mereka tahu bahwa orang yangg telah mati, begitu amat sangat ingin dikembalikan kedunia demi untuk dapat memperbaiki perbuatannya selama didunia. Besarnya keinginan mereka untuk menebus segala yg terlewatkan takkan mungkin menjadi nyata, dan itu hanyalah menjadi angan-angan terbesar yang kosong belaka.
Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu anhuma, dia berkata: Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Dua kenikmatan, kebanyakan manusia tertipu pada keduanya, (yaitu) kesehatan dan waktu luang”. (HR Bukhari).
Dan dari itu maka bagi yang masih diberi kesempatan hidup sampai sekarang, seharusnya mampu berfikir, bahwa waktu itu adalah kesempatan yg paling berharga, dimana waktu adalah menjadi tolak ukur atas segala usaha untuk meraih dan mengumpulkan sebanyak mungkin bekal amal sholeh terbaik kita, dalam usaha meraih keridhaanNya.
Kiranya amal kita adalah amal yg mampu melindungi kita dari azab yang sungguh tak mampu untuk kita bayangkan apalagi untuk kita dirasakan.Karena yang mati takkan mungkin kembali lagi dan yang hidup pasti akan mati.
Semoga kita adalah orang-orang yg masih diberi petunjuk.
Aamiin